Kuliner Khas Tanjung Benoa, Rujak Batu – Batu Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Rujak “Batu-batu” yang terbuat dari kerang laut yang kerap ditemukan di pinggiran pantai, menjadi menu khas yang disajikan di kawasan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali.

Rujak ini terdiri dari bahan kerang dan disebut batu-batu karena cangkang dari kerangnya yang keras ya, beda dengan isinya. rujak batu-batu ini disuguhkan dengan racikan kuah cuka, garam, dan cabai dan untuk selanjutnya dicampur dengan batu-batu.

Jenis kerang ini ada dua, ada yang berwarna hitam dengan ukuran kerang yang lebih kecil dan juga putih dengan ukuran yang lebih besar. Harga dari kerang berwarna hitam yaitu Rp8.000 dan yang berwarna putih dijual dengan harga Rp5.000.

Batu-batu dan kuahnya dapat disajikan secara terpisah maupun dicampur. Selain itu, Batu-batu dapat diolah dengan direbus atau digoreng sesuai dengan permintaan. Olahan Batu-batu dengan cara digoreng dapat disajikan sebagai bahan lauk pendamping nasi dan sebagainya.

Keberadaan dari Batu-batu sudah diwariskan secara turun temurun dan dijual di sepanjang pinggir pantai di jalan Tanjung Benoa. Pembelinya paling bnayak berasal dari kalangan mahasiswa, hingga para pemandu tur yang membawa tamu asing.

Rujak Batu-batu itu berawal dari kebiasaan masyarakat sekitar Tanjung Benoa Bali menggunakan kerang laut sebagai umpan kepiting, lalu masyarakat mulai mencari tahu olahan apa yang bisa dikreasikan dengan kerang laut hingga tercetuslah ide membuat rujak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *